Pembelajaran tutas, Remedial dan Pengayaan

Posted: Januari 3, 2011 in Pendidikan
Tag:,

JUKNIS PEMBELAJARAN TUNTAS, REMEDIAL, DAN PENGAYAAN DI SMA

A. Latar Belakang

Dalam Pedoman Pembelajaran Tuntas yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA dinyatakan bahwa pendekatan pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik mencapai penguasaan (mastery level) terhadap kompetensi tertentu. Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran yangmenggunakan prinsip ketuntasan secara individual. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Apabila peserta didik belum menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran kemudian dilakukan penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan bimtek KTSP tahun 2008 dan 2009 yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA ditemukan bahwa pada umumnya pendidik telah melaksanakan remedial dan pengayaan tetapi tidak melalui analisis hasil belajar peserta didik. Selain itu sering ditemukan pendidik melakukan tes ulang terhadap peserta didik yang remedial tanpa melakukan perbaikan proses pembelajaran yang berdasarkan analisis hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan SMA memandang perlu menerbitkan ”Petunjuk Teknis Pembelajaran Tuntas, Remedial, dan Pengayaan di SMA”.

B. Tujuan

Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi Guru SMA dalam menyusun dan melaksanakan program dan strategi pembelajaran tuntas, remedial, dan pengayaan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

C. Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup petunjuk teknis ini meliputi:

1. Penugasan pada wakasek kurikulum dan Tim Pengembang Kurikulum Sekolah (TPK);

2. Arahan teknis kepala sekolah;

3. Penyusunan rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan;

4. Pembahasan dan pengesahan rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan;

5. Penentuan jenis program remedial atau pengayaan;

6. Pelaksanaan program remedial dan pengayaan;

7. Penilaian program remedial dan pengayaan;

D. Unsur yang Terlibat

1   Kepala sekolah;

2   Wakil kepala sekolah bidang akademik/kurikulum;

3   TPK sekolah;

4   Guru;

5   MGMP sekolah.

E. Referensi

1.  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional     Pendidikan, Pasal 19 ayat 1;

2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;

4. Panduan Pembelajaran Tuntas, Remedial, dan Pengayaan yang diterbitkan oleh Direktorat      Pembinaan SMA Tahun 2008.

F. Pengertian dan Konsep

1 Belajar pada hakikatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan

2 Mengajar (teaching) pada hakikatnya adalah membantu peserta didik memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan diri, dan cara-cara belajar bagaimana belajar (Joyce, Weil & Showers : 1992)

3 Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual.

4 Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu.

5. Prinsip-prinsip utama pembelajaran tuntas adalah:

a. Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis;

b. Evaluasi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback;

c. Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan;

d. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal. (Gentile & Lalley : 2003)

6. Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.

7. Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb.

8. Bentuk-bentuk kesulitan belajar peserta didik adalah:

a. Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian saat mengikuti pembelajaran;

b. Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb. c. Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra¸tuna daksa, dsb.

9. Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial:

a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%;

b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%;

c. Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%;

d. Pemanfaatan tutor teman sebaya.

10. Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang.

11. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka.

12. Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak

semua peserta didik dapat melakukannya. 13. Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.

14. Pembelajaran Pengayaan

a. Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik misal belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri, superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat.

b. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.

c. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan

1) Belajar kelompok

2) Belajar mandiri

3) Pembelajaran berbasis tema

4) Pemadatan kurikulum

15. Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

16. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.

17. Tim Pengembang Kurikulum sekolah yang selanjutnya disebut TPK sekolah adalah tim yang ditetapkan oleh kepala sekolah yang bertugas untuk merancang dan mengembangkan kurikulum, yang terdiri atas wakil kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, Guru BK/konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota.

G. Uraian Prosedur Kerja

1. Kepala sekolah menugaskan wakasek kurikulum dan TPK sekolah menyusun rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan;

2. Kepala sekolah memberikan arahan teknis tentang program remedial dan pengayaan yang sekurang-kurangnya mencakup:

a. Dasar pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan; b. Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan;

c. Manfaat pembelajaran remedial, dan pengayaan;

d. Hasil yang diharapkan dari pembelajaran remedial dan pengayaan;

e. Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugas dalam pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan.

3. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bersama TPK sekolah menyusun rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan sekurang-kurangnya berisi uraian kegiatan, sasaran/hasil, pelaksana, dan jadwal pelaksanaan;

4. Kepala sekolah bersama wakasek kurikulum/TPK sekolah dan guru/MGMP membahas rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan;

5. Kepala sekolah mensahkan dan menandatangani rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan;

6. Guru/MGMP menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkan pencapaian kompetensi peserta didik dengan menggunakan analisis ketuntasan KKM, dengan acuan:

a. Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta didik kurang dari nilai KKM

b. Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta didik lebih atau sama dengan nilai KKM

7. Guru/MGMP melaksanakan program pembelajaran pengayaan dan pembelajaran remedial berdasarkan klasifikasi hasil pencapaian kompetensi peserta didik;

8. Guru/MGMP melaksanakan penilaian bagi siswa yang mengikuti program pengayaan yang hasilnya dimasukkan dalam portofolio

9. Guru/MGMP melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial dan hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik;

Lampiran  : Contoh Program Pembelajaran Remedial

SMA                            : ……………………

Mata Pelajaran       : Sejarah

Kelas                           : X

Ulangan ke               : 1

Tgl ulangan              : 10 Juli 2010

Bentuk soal              : Uraian

Materi ulangan (KD/Indikator): 1.1 Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

1. Menyebutkan pengertian sejarah

2. Menjelaskan ruang lingkup ilmu sejarah

3. Mendeskripsikan konsep konsep dasar sejarah

4. Menjelaskan kegunaan sejarah dalam masyarakat

Rencana ulangan ulang          : 17 Juli 2010

KKM Mapel                             : 75

NO NAMA SISWA NILAI

ULANGAN

KD / INDIKATOR

YANG TAK DIKUASAI

NO SOAL YANG

DIKERJAKAN DALAM TES ULANG

HASIL
1 Feby Ananda 65 1, 3, 4 1,2,5,6,11,12 85

(Tuntas)

2 Dimas Feriyanto 70 1, 2 2,3,5,6 98

(Tuntas

  dst        

KETERANGAN :

  • Pada kolom no soal yang akan dikerjakan, masing masing indikator telah di breakdown

menjadi soal-soal dengan tingkat kesukaran masing masing.

Misalnya :   Indikator 1 menjadi 3 soal yaitu no soal 1, 2, 3

Indikator 2 menjadi 3 soal yaitu no soal 4, 5, 6

Indikator 3 menjadi 3 soal yaitu no soal 7, 8, 9

Indikator 4 menjadi 3 soal yaitu no soal 10,11,12

  • Pada kolom hasil diisi nilai hasil ulangan ulang, walaupun nilai yang nantinya diolah adalah sebatas tuntas

Lampiran  : Contoh Program Pembelajaran Pengayaan

SMA                               : …………………………..

Mata Pelajaran          : Sejarah

Kelas                              : X

Ulangan ke                  : 1

Tgl ulangan                 : 10 Juli 2009

Bentuk soal                 : Uraian

Materi ulangan (KD/Indikator): 1.1 Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup sejarah

1. Menyebutkan pengertian sejarah

2. Menjelaskan ruang lingkup ilmu sejarah

3. Mendeskripsikan konsep konsep dasar sejarah

4. Menjelaskan kegunaan sejarah dalam masyarakat

Rencana Program Pengayaan           : 17 Juli 2009

KKM Mapel                 : 75

No NAMA SISWA NILAI ULANGAN BENTUK PENGAYAAN
1 Fatur Rochman 78

 

Menambah pemahaman melalui diskusi kelompok

dengan topik aktual :

1 Benarkah pendapat yang mengatakan belajar

sejarah menjadikan orang lebih bijaksana?t

2 Benarkah pendapat yang mengatakan sejarah

bisa berulang?

2 Fifi irawati 80

 

3 dst  

KETERANGAN :

  • · Pada kolom no soal yang akan dikerjakan, masing masing indikator telah di breakdown menjadi soal-soal dengan tingkat kesukaran masing-masing.

Misalnya : Indikator 1 menjadi 3 soal yaitu no soal 1, 2, 3

Indikator 2 menjadi 3 soal yaitu no soal 4, 5, 6

Indikator 3 menjadi 3 soal yaitu no soal 7, 8, 9

Indikator 4 menjadi 3 soal yaitu no soal 10,11,12

  • · Pada kolom hasil diisi nilai hasil ulangan ulang, walaupun nilai yang nantinya diolah adalah sebatas tuntas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s